skip to main | skip to sidebar

RUSYAIDI'S BLOG

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Archives
  • Contact Us

Kamis, 17 Juni 2010

BUAT BLOG? SIAPA TAKUT

Diposting oleh livormortis di 20.22
Blog adalah salah satu cara agar kita bisa berkreasi dan terjun dalam tulis menulis .
Tapi diantara kita juga banyak yang gak mau bikin blog, alasannya adalah takut kalo tulisannya itu jelek.
Padahal bikin blog bukan untuk menunjukkan kebodohan kita, tapi sebagai sarana kita untuk latihan tulis menulis
@da juga yang takut kalau tulisannya di ejek sama orang yang baca. Sebetulnya ini bukan alasan kita untuk gak buat blog.
Kalupun ada yang ngejek tulisan kamu tenang bang rusyaidi punya solusinya, tinggal jawab aja."tulisan saya emang gak bagus, tapi saya doakan kamu supaya bisa buat blog seperti saya. Apa gak luluh hatinya dia abis ngedenger katamu.
Kalo buat tulisannya jangan mikirin bagusnya dulu . tapi tulislah apa yang kamu pikirkan. kalo pertama kali bolehlah jelek, tapi untuk seterusnya kamu akan terbiasa nulis dengan tanpa keraguan JUST TRY IT!!!
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Senin, 14 Juni 2010

Diposting oleh livormortis di 00.49
Bapak penguasa lembaga pendidikan, berdiri didepan murid-murid dengan senyum mengembang. Bibir yang hitam akibat tembakau menambah putih giginya.
“Gigi bapak penguasa kalian patut dicontoh,..adik-adik” kata dokter gigi. Bapak penguasa yang berdiri disebelah dokter gigi, memamerkan giginya. Gigi yang putih tapi tidak berderet rapi.
“Waktu kecil, bapak tidak suka makan permen, apalagi cokelat,” kata bapak penguasa bangga. Mendengar itu, Roni Tongos mengacungkan tangannya. “Ada yang ditanyakan Roni?” Tanya bapak penguasa
“Bapakkan masa kecilnya jadul banget, memang ada yang jual permen?”. Tiba-tiba ruangan ramai oleh tawa murid-murid. Melihat murid-muridnya teryawa, bapak penguasa tidak menjawab pertanyaan Roni, bahkan melanjutkan bicaranya.
“Anak-anak mau tahu rahasianya, biar gigi kalian bagus seperti gigi saya?” Tanya bapak penguasa. Rahasia umum yang basi. Rahasia yang terdengar sama tiap tahunnya.
“Sikat gigi dua kali sehari, tiap pagi dan malam sebelum tidur. Jangan lupa kedokter gigi enam bulan sekali,” ujar murid-murid kompak. Bapak penguasa tersenyum puas mendengar murid-muridnya hafal rahasianya.
“Anak-anak mau contoh gigi yang tidak pernah dirawat sejak kecil?” tanya bapak penguasa.
“Mauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu…………………...”jawab murid-murid.
Mendengar kata-kata contoh dari bibir hitamnya bapak penguasa, Roni Tongos dan Danang Bogang tertunduk, bersembunyi dibelakang tubuh kekar Pak Eko pengajar olah tubuh.
“Roni……Danang……..maju kedepan.!” pinta bapak penguasa. Terlihat Pak Eko menganggukkan kepalanya ketika bapak penguasa meminta tolong . Tanpa menunggu lama, kedua tangan Pak Eko langsung merangkul pundak Roni dan Danang. Langkah kaki mereka diiringi tepuk tangan dan senyuman teman-temannya.
“Kalian dipanggil kedepan bukan untuk diejek. Kalian dijadikan contoh biar gigi teman-teman kalian dirawat sejak kecil. Jangan sampai gigi mereka tidak dirawat seperti gigi kalian,” ucap bapak penguasa.
“Pak, gigi saya tongos bukan karena tidak pernah dirawat,” bantah Roni.Bapak penguasa kaget mendengar bantahan Roni. Tidak biasanya Roni berani membantah.
“Lalu kenapa Ron?” Tanya bapak penguasa
“Waktu umur empat tahun gigi susu saya lepas tapi tetapnya belum tumbuh.Baru umur enam tahun gigi tetapnya tumbuh,” ujar Roni. Dokter gigi terlihat tertarik untuk memeriksa gigi Roni.
“Kok bisa lepas dik?” tanya dokter gigi.
“Ya, waktumain bola sama Danang, kita jatuh.Gigi kita lepas,” ujar Roni meyakinkan. Rasa penasaran masih menyelimuti pikiran dokter gigi tersebut.
“Kenapa mau dipanggil Roni Tongos?”
“Biar terkenal kayak Ronaldinho, tongos tapi jago main bola,” ucap Roni. Seketika ruangan kembali riuh oleh tawa dan ejekan teman-temannya. Bapak penguasa coba mengendalikan suasana.
“Sudah……sudah…..Kalau kamu Nang? Kok bisa bogang seperti itu?” tanya bapak penguasa.
“Sama seperti Roni Pak, tapi gigi tetap saya tidak bisa tumbuh sama sekali. Kalau mau tumbuh, harus dioperasi,”ujar Danang.
Mendengar penjelasan kedua muridnya, wajah bapak penguasa menampakkan keheranan. Bapak penguasa tidak menduga, tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya. Satu kali setahun dokter gigi, satu kali pula Roni dan Danang dijadikan contoh murid yang malas merawat giginya. Mereka hanya terdiam ketika disuruh kedepan dan dijadikan contoh. Contoh untuk bahan tertawaan teman-temannya.
“Perlu dioperasi Nang?” tanya bapak penguasa.
“Bapak nggak pernah kedokter gigi?” tanya Danang.
“Waktu kecil sih…belum pernah. Tapi gigi saya lebih bagus daripada gigimu,”balas bapak penguasa. Roni yang berdiri disebelah Danang terlihat membisikkan sesuatu. Danang menahan tawa mendengar bisikan Roni. Benar kata Roni, bapak penguasa itu masa kecilnya jadul banget, mana ada dokter gigi, yang ada dukun gigi.
Merasa jadi bahan tertawaan kedua muridnya, bapak penguasa mengarahkan pandangannyake dokter gigi. Penjelasan dari Roni dan Danang tadi menimbulkan rasa ingin tahu, benar apa tidak yang dikatakan mereka.
“Benar kata mereka dok?” tanya bapak penguasa.
“Benar pak,” kata dokter gigi. Pada usia enam sampai dua belas tahun gigi susu akan digantikan gigi tetap. Bila gigi susu lepas sebelum waktunya sedangkan posisi benar gigi tetapnya masih jauh, itu tidak dapat menyebabkan gigi sebelumnya bergeser dan mengisi ruang kosong tersebut. Ada dua kemungkinan bila gigi tetap sudah waktunya tumbuh:
1. Dapat tumbuh tapi tidak pada tempatnya (lebih kedepan atau lebih kebelakang dari yang sehrusnya) dan akan tampak seperti gigi bertumpuk.
2. Tidak dapat tumbuh sama sekali. Dan untuk mengeluarkannya, diperlukan operasi kecil.
Penjelasan dokter gigi tersebut membuat bapak penguasa malu. Dia merasa pengetahuan tentang gigi susu kurang dibanding Roni dan Danang.
“Terima kasih dok atas penjelasannya…..anak-anak antri ya…….biar lancar memeriksanya,” pinta bapak penguasa mengakhiri bicaranya.

Telepon rumah Roni berdering. Terdengar suara bunda Ani.
“Ron bagaimana periksa giginya? Kamu jadi bahan tertawaan lagi?” tanya bunda Ani.
“Iya sih bunda……..tapi Roni jadi lebih percaya diri. Tiap orang tanya kenapa giginya tongos, Roni punya jawabannya. Nggak sia-sia Roni ke warnet,” ujar Roni bangga.
“Bagus Roni…….itu baru anak bunda. Gigi tongos bukan karena tidak pernah dirawat, tapi karena keturunan,” kata bunda Ani.
Sore itu Roni dan Danang bersiap-siap menuju lapangan untuk main bola. Sepak bola yang menyebabkan gigi susu Danang lepas, bukan gigi susu Roni.
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Free Blog Content

Mengenai Saya

Foto saya
livormortis
BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN, Indonesia
AZHAR RUSYAIDI adalah seorang pelajar yang sedang menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren di ponorogo. yaitu gontor
Lihat profil lengkapku

Blog Archive

  • ▼  2010 (7)
    • ►  Desember (3)
    • ▼  Juni (2)
      • BUAT BLOG? SIAPA TAKUT
      • Bapak penguasa lembaga pendidikan, berdiri didepan...
    • ►  Maret (2)
 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com